LINK AYAT-AYAT AL-QUR'AN

pasang iklan

Selasa, 08 November 2016

Keluarga Sebagai Benteng Pertahanan Aqidah




A.     KISAH NABI MENCIUM HASAN, CUCU NABI.

Hadits Nabi :
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسًا فَقَالَ الأَقْرَعُ: إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ:
مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ.

Artinya :
Bahwa Abu Hurairah ra., dia berkata: Rasulullah saw pernah mencium al-Hasan ibn Ali sedangkan disamping beliau ada al-Aqra' ibn Habis al-Tamimi sedang duduk, lalu Aqra' dia berkata: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium mereka sekali pun, maka Rasulullah saw memandangnya dan bersabda:

Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.

(Shahih Bukhari : 5538)

Pesan :
1.   Rasulullah mencium al-Hasan sebagai bentuk kasih sayang beliau terhadap cucu beliau.
2.   Anjuran untuk menyayangi sesama, dan mengekspresikan kasih sayang tersebut, terutama kepada keluarga kita sendiri.
3.   Barangsiapa yang tidak mengasihi, maka tidak akan dikasihi.


B.      PERINTAH MENJAGA KELUARGA

QS. AT TAHRIM (66) : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ -٦
Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia Perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Yang menjadi pertanyaan di benak kita :
1.      Kenapa Harus Menjaga Diri Sendiri Dan Keluarga?
2.      Apakah Setiap Keluarga Akan Berkumpul Dengan Keluarganya Ketika Di Akhirat Kelak?

Uraian
1.      Kenapa Harus Menjaga Diri Sendiri Dan Keluarga?
Karena begitu banyak permaslahan duniawi yang bisa menjauhkan sesorang dari Sang Khaliq
a.      Banyak para ulama menyampaikan bahwa saat ini adalah saat-saat mendekati akhir jaman. Diantara tanda tandanya :
·         - Banyak berdiri gedung-gedung yang tinggi,
·         - Fitnah terhadap Islam dan Umat islam demikian dahsyat dan marak.
·         - Saat ini kemaksiatan terjadi dimana-mana. Adanya LGBT, narkoba, minuman keras dll.
b.      Disinilah saatnya menjaga diri sendiri dan keluarga.

QS. AL-MULK (67) : 2
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ -٢
Artinya :
Yang Menciptakan mati dan hidup, untuk Menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,
2.      Apakah Setiap Keluarga Akan Berkumpul Dengan Keluarganya Ketika Di Akhirat Kelak?
a.      Setiap Manusia Akan Kembali Kepada Tuhannya

QS. AL-INSYIQAQ (84) 6 :
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً فَمُلَاقِيهِ -٦
Artinya :
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya.**

·   **Manusia di dunia ini baik disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhan-nya.
·   Dan pasti dia akan menemui Tuhan-nya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.
·
b.      Peristiwa Yang Dialami Oleh Seorang Muslim
QS. AL-INSYIQAQ (84) 7 :
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ -٧
Artinya :
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,


QS. AL-INSYIQAQ (84) : 8
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً -٨
Artinya :
maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 9
وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً -٩
Artinya :
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.



c.       Peristiwa Yang Dialami Oleh Seorang Kafir
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 10
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاء ظَهْرِهِ -١٠
Artinya :
Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang,
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 11
فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوراً -١١
Artinya :
maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 12
وَيَصْلَى سَعِيراً -١٢
Artinya :
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 13
إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُوراً -١٣
Artinya :
Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).





QS. AL-INSYIQAQ (84) : 14
إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ -١٤
Artinya :
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhan-nya).
QS. AL-INSYIQAQ (84) : 15
بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيراً -١٥
Artinya :
Tidak demikian, sesungguhnya Tuhan-nya selalu melihatnya.
C.      YANG DILAKUKAN UNTUK MENJAGA KELUARGA
1.      Memerintahkan kepada keluarga untuk melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya.
2.      Memberikan keyakinan kepada keluarga bahwa Allah SWT akan member rizki kepada hambanya.
3.      Memberikan keyakinan kepada keluarga bahwa dengan Shalat, akan berdampak baik kepada orang2 yang bertakwa.

QS. THAHA (20) 132
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى -١٣٢
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang Memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
4.      Menyuruh, memerintahkan dan mengajakan  shalat dan menunaikan zakat.

QS. MARYAM (19) 55
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيّاً -٥٥
Artinya :
Dan dia menyuruh keluarganya ** untuk (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhan-nya.
5.      Meskipun ada perintah Menjaga keluarga tetapi, Cintanya Kepada Keluarga Tidak boleh melebihi cintanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya

 QS. AT TAUBAH (9) 24
قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤
Artinya :
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Kesimpulan :
Untuk mewujudkan Keluarga Sebagai Benteng Aqidah, maka hal-hal yang dilakukan seorang Muslim sebagai berikut : 
1.      Nabi Muhammad SAW sangat mencintai keluarganya, seperti digambarkan hadis : kisah Nabi mencium Hasan, cucu Nabi, sebagai ekspresi dari kasih sayang Rosul pada cucu/keluarganya.
2.      Agar seorang muslim menjaga dirinya dan keluarganya agar tetap di jalan Allah SWT. Jangan sampai terjerumus dalam api neraka
3.      Agar seorang muslim mengajak keluarganya untuk melaksanakan shalat, bersabar dalam shalatnya dan menunaikan zakat.

Disusun Oleh
Mochamad Saiful

Alat Pemadam Kebakaran

Fashion

Beauty

Travel